PDIP, Kepengurusan Inti dan Komitmen Pemberantasan Korupsi

Tanpa ada riak politik, PDI Perjuangan sukses menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum untuk 5 tahun mendatang. Setelah sah memegang tongkat komando PDIP, Mega secara cepat menyusun struktur kepengurusan inti.

Tak ada kejutan mencolok dari susunan pengurus DPP PDIP yang ditentukan Mega. Sebagian besar merupakan orang lama yang duduk di kepengurusan periode 2010-2015.

Prananda Prabowo, putra Mega ditunjuk sebagai Ketua DPP bidang Ekonomi Kreatif. Sedangkan dua orang lama yakni Maruarar Sirait dan Effendi Simbolon harus terdepak dari kursi kepengurusan.

Memang ada sorotan terkait sejumlah nama pilihan Mega di kepengurusan. Misalnya Rohmin Dahuri, Bambang Dwi Hartono, dan Idham Samawi. Rohmin yang ditunjuk menjadi Ketua DPP Bidang Kemaritiman merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang pernah dipidana karena kasus korupsi di kementeriannya.

Sedangkan Bambang DH yang duduk di ketua Bidang Pemenangan Pemilu, berstatus tersangka kasus gratifikasi. Selanjutnya Ketua bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idham Samawi menjadi tersangka kasus hibah anggaran KONI ke Persiba. Ada pula nama Olly Dondokambey yang beberapa kali masuk surat dakwaan terkait korupsi proyek Hambalang.

Menanggapi adanya sorotan terhadap sejumlah orang pengurus, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto punya penjelasan.

"Kita melihat ya misalnya dalam kasus Idham Samawi dalam kajian yang dilakukan oleh dewan pimpinan partai, ada latar belakang politik yang sangat kuat, latar belakang yang berkaitan dengan Pemilukada, latar belakang yang berkaitan dengan rivalitas penentuan DPD. Kami memiliki data-data yang cukup valid di situ," kata Hasto di sela Kongres IV di Sanur, Bali, Jumat (10/4/2015).

0 komentar "PDIP, Kepengurusan Inti dan Komitmen Pemberantasan Korupsi ", Baca atau Masukkan Komentar