Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Harus Dipertimbangkan Matang

JAKARTA - Gerakan Masyarakat Tolak Pelabuhan (Gemas) Cilamaya kembali melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini, massa menggeruduk kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, di Jalan Ahmad Yani, Karawang. Dalam aksinya itu, massa menolak rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang.

Koordinator Gemas Cilamaya, Asep Saefullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Istana. Dalam pertemuan tersebut diketahui Presiden Jokowi belum memastikan pembangunan pelabuhan tersebut.

"Kami secara tegas menyatakan bahwa ada pihak-pihak tertentu di pemerintahan yang memaksakan rencana tersebut," kata Asep, Jumat (13/3/2015).

Dia juga telah mengadukan permasalahan pembangunan pelabuhan tersebut kepada Presiden Jokowi. "Akan ada tim khusus yang diterjunkan ke Cilamaya untuk melakukan cek dan ricek tentang informasi tersebut dan akan menindak oknum yang bermain dalam proyek itu," sambungnya.

Menurutnya, reaksi publik khususnya kalangan nelayan dan petani sepanjang laut Pantura Karawang akan kehilangan mata pencaharian jika pelabuhan tersebut dibangun.

"Ditambah lagi dengan kajian Amdal yang masih belum beres. Sekali lagi kami tegaskan bahwa rencana ini mengandung risiko besar, karena di lokasi tempat akan dibangun pelabuhan, terdapat anjungan minyak dan gas ONWJ yang menjadi penyuplai 60 persen kebutuhan pembangkit listrik Muara Karang," ungkapnya.

 http://esdeliruzgar08.blogspot.com/2015/03/penerangan-dalam-gua-temuan-warga.html

0 komentar "Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Harus Dipertimbangkan Matang", Baca atau Masukkan Komentar