Minggu, 22 Februari 2015

American Express Masuk 10 Besar Perusahaan Terbaik di Dunia

American Express Masuk 10 Besar Perusahaan Terbaik di Dunia -
JAKARTA - Perusahaan Consumer Credit Card and Related Services, American Express (AmEx) masuk dalam urutan 10 besar sebagai perusahaan terbaik di dunia. Perusahaan ini juga mulai bergerak pada sisi teknologi.

Menurut Worlds Most Admired Companies 2015 versi Fortune, Minggu (22/2/2015), AmEx menduduki posisi ke delapan setelah tahun lalu berada di posisi ke-11. AmEx telah melakukan beberapa inovasi dalam bidang teknologi. Hal ini berguna untuk memperoleh peningkatan keuntungan bersihnya.

AmEx melakukan kerjasama dengan pesaingnya dengan meluncurkan Apple Pay yang merupakan aplikasi untuk memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran melalui aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut merupakan hasil kerjasama Rewards Program Relationship dengan Airbnb.

Selain itu, AmEx juga melakukan kerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai acquirer untuk kartu American Express di Indonesia. Hal tersebut memberikan peluang bisnis di Indonesia dengan akses global yang dimiliki American Express melalui lebih dari 100 juta pengguna kartu American Express.

Pada tahun 2013, AmEx melaporkan kenaikan laba sebesar 9,3 persen untuk kuartal ketiga seiring meningkatnya belanja konsumen. Labanya senilai USD1,37 miliar dengan kinerja laba per saham USD1,25.

CEO AmEx, Kenneth I. Chenault juga telah merumahkan 5.400 pegawainya dan berencana untuk melakukan spin-off atas unit bisnis layanan perjalanan demi membatasi pertumbuhan pengeluaran perusahaan. Perusahaan juga terus memacu belanja konsumen yang menggunakan jaringan pembayarannya.
Hingga tahun 2014, AmEx tercatat meraih keuntungan bersih sebesar USD35,99 miliar.

Jumat, 20 Februari 2015

Petugas Sampah di Cengkareng Temukan Granat Nanas

Petugas Sampah di Cengkareng Temukan Granat Nanas -
JAKARTA - Sebuah granat nanas ditemukan seorang petugas sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) RT 04 RW 03, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, pada pukul 08.30 WIB.

Sutikno Bagong (40), petugas sampah tersebut, menuturkan bahwa penemuan berawal ketika dirinya sedang mencari sampah di TPS, dan tiba-tiba dirinya menemukan sebuah granat. Takut terjadi apa-apa, dia melaporkan penemuan itu ke anggota TNI.

"Pas saya lagi cari sampah, ada granat di dalam akuarium, diikat dengan tali. Saya melapor ke TNI di situ," ujar Sutikno kepada wartawan, Sabtu (21/2/2015).

Anggota TNI pun langsung mendatangi lokasi penemuan granat tersebut, lalu diteruskan ke Polsek Cengkareng. Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya kemudian datang ke sana.

Petugas yang tiba di lokasi mengamankan tempat penemuan dan membawa granat tak bertuan itu ke Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, untuk diledakkan.

Kamis, 19 Februari 2015

Ratusan Penumpang Tertahan di Ruang Tunggu, Ada yang Sampai Pingsan

Ratusan Penumpang Tertahan di Ruang Tunggu, Ada yang Sampai Pingsan - Jakarta - Ratusan calon penumpang Lion Air yang masih menunggu jadwal penerbangan sudah melakukan berbagai cara agar pihak maskapai tersebut memberikan klarifikasi mengenai <i>delay</i> yang tak kunjung usai. Selain kelaparan, ada penumpang yang pingsan karena kelelahan menunggu sejak pagi.

"Salah satu penumpang marah besar kepada petugas karena ada keluarganya yang pingsan karena tak ada minuman atau makanan. Sementara pihak Lion Air cuek," ujar Erni, salah satu calon penumpang Lion Air tujuan Solo kepada detikcom, Kamis (19/2/2015).

Para penumpang tujuan Solo yang tadi sempat disuruh turun ke landasan saat ini sudah dipindahkan ke pesawat lain. Sebelumnya sempat terjadi adu argumen antara penumpang dan petugas karena mereka disuruh kembali ke terminal.

"Tapi kami nggak mau. Akhirnya kami dipindahkan ke pesawat lain, dan kita sudah pindah pesawat. Saat ini kami sudah di dalam pesawat," jelasnya.

Calon penumpang Lion Air yang bahkan sudah menunggu sejak kemarin sudah melakukan segala cara agar pihak manajemen maskapai ini memberikan keterangan resmi mengenai keterlambatan ini. Ada yang menyerah dan memilih untuk pindah maskapai, namun tak sedikit yang cekcok dengan petugas <i>boarding</i>, bahkan pintu <i>boarding lounge</i> saat ini masih diblokir menggunakan meja oleh calon penumpang.

Minggu, 15 Februari 2015

Diberi Saran Fariz RM, Band Ini Akan Show di Belanda

JAKARTA - Band Indonesia mana yang tidak ingin melakukan show diluar negeri, termasuk band pop Joy Climax yang berencana akan melakukan show di Amsterdam, Belanda.
 
Band yang diperkuat oleh Ifan (vokal), Inoe (bass), Ican (gitar), dan Dilly (drum) inipun pernah diberi wejangan oleh musisi senior yang baru saja terjerat hukum karena kasus narkoba, Fariz RM.
 
"Kalau om Fariz, lebih ngasih tahu jadi diri sendiri, original, dia senang karena dia temuin musik original sama kita, jadi enggak ngebayangin siapa-siapa, kadang-kadang band Indonesia terlalu American minded, kalau kita, ini Indonesia banget," ujar Ifan di Jakarta.
 
Karena saran dari Fariz RM tersebut, band yang tenar lewat lagu Damn Its True tersebut berhasil menemukan karakter bermusik mereka, yang tentu saja membawa berkah hingga mendapat tawaran untuk tampil di Belanda.
 
"Mungkin pertama misi kita bawa budaya Indonesia, ada bau-bau musik etnis, kita ada 33 propinsi dan setiap propinsi punya alat musik sendiri, kalau orang dunia sana dengar, keren banget, itu awalnya kedutaan di luar," pungkasnya.
 
Kini, lewat albumnya Joy Climax siap memperkaya industri musik Indonesia dan siap merambah industri musik internasional tentunya.

Selasa, 10 Februari 2015

Ini Identitas Pengemudi Jazz yang Seruduk Mobil dan Motor di Bandung

Bandung - Seorang pengemudi Honda Jazz menabrak sejumlah mobil dan motor di Bandung sebelum akhirnya diamuk massa. Pengemudi tersebut merupakan seorang karyawan swasta bernama Handi Sanjaya.

Berdasarkan informasi dari Polrestabes Bandung, Selasa (10/2/2015), Handi Sanjaya merupakan pria kelahiran Bandung, 6 Februari 1983. Dia berdomisili di Jl Caringin Raya, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung.

Handi mengemudikan Honda Jazz dengan nopol D 1158 L. Saat ini pria tersebut masih diperiksa di Markas Polrestabes Bandung dan terlihat bingung.

"Masih diperiksa oleh anggota, tapi dia diam dan terlihat kebingungan seperti orang depresi," kata Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Asep Amar saat dihubungi.

Handi sempat dipukuli massa yang mengejar mobilnya. Dia dibawa oleh anggota kepolisian ke Markas Polrestabes Bandung dalam keadaan bibir berdarah.