Minggu, 29 Maret 2015

Saina Raih Gelar Perdana di India Terbuka

India Terbuka 2015 adalah Saina Nehwal. Pebulu tangkis 25 tahun tersebut jadi pemain India pertama yang menjuarai turnamen ini sejak naik level menjadi superseries pada 2011.

Nehwal yang turun sebagai unggulan pertama meraih gelar setelah mengalahkan Ratchanok Intanon (Thailand) 21-16, 21-14, dalam 49 menit,  Minggu (29/3/2015).

Sehari sebelumnya, Nehwal sudah memastikan diri sebagai pebulu tangkis nomor satu dunia, menggeser Li Xuerui (Tiongkok).

Sukses Nehwal diikuti rekan senegaranya dari sektor tunggal putra. Kidambi Srikanth mempersembahkan gelar kedua bagi India setelah menundukkan unggulan keenam asal Denmark, Viktor Axelsen, 18-21, 21-13, 21-12, dalam 55 menit.

Selain India, Tiongkok juga meraih dua gelar di turnamen ini, dari nomor ganda campuran dan ganda putra.

Sementara satu gelar lainnya jatuh ke tangan ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang mengalahkan pasangan Tiongkok, Luo Ying/Luo Yu.

Berikut hasil final India Terbuka 2015.
Ganda Putri: Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (JPN/1) vs Luo Ying/Luo Yu (CHN/2) 21-19, 21-19
Ganda Campuran: Liu Cheng/Bao Yixin (CHN/2) vs Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DEN/1) 21-19, 21-19
Ganda Putra: ChaiBiao/Hong Wei (CHN/3) vs Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding (DEN/7) 21-18, 21-14
Tunggal Putri: Saina  Nehwal (IND/1) vs Ratchanok Intanon (THA/3) 21-16, 21-14
Tunggal Putra: K Srikanth (IND/2) vs Viktor Axelsen (DEN/6) 18-21, 21-13, 21-12


 http://berlombakontesseo.blogspot.com/2015/01/dragonpoker88.html

Senin, 16 Maret 2015

Majelis Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Raja Bonaran

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menolak eksepsi (nota keberatan) terdakwa Raja Bonaran Situmeang atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mejelis Hakim menilai surat dakwaan JPU KPK telah memenuhi syarat formil dan materiil yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
"Keberatan tidak dapat diterima. Surat dakwan Penuntut Umum sah karena telah memenuhi ketentuan formal dan materiil," ujar Ketua Majelis Hakim Muchammad Muchlis saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).
Majelis hakim lantas langsung memerintahkan JPU KPK untuk melanjutkan proses persidangan dengan agenda pembuktian. "Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan persidangan perkara. Selanjutnya adalah pemeriksaan saksi," tutur Hakim Muchlis.
Merespons permintaan hakim, Tim Jaksa menyanggupinya untuk melanjutkan sidang perkara suap terkait sengketa Pilkada Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi (MK) ini, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Sidang selanjutnya akan digelar dua kali dalam seminggu.
"Kita jadwalkan seminggu dua kali, Senin dan Kamis, jamnya siang ya," tandas Hakim Muchlis, yang langsung disanggupi JPU KPK dan Tim Kuasa Hukum Bonaran.
Bonaran sebelumnya didakwa telah memberikan uang sebesar Rp1,8 miliar kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar melalui Subur Effendi dan Hetbin Pasaribu terkait sengketa pilkada Tapanuli Tengah di MK.
Raja Bonaran diancam pidana sesuai Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi.

Jumat, 13 Maret 2015

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Harus Dipertimbangkan Matang

JAKARTA - Gerakan Masyarakat Tolak Pelabuhan (Gemas) Cilamaya kembali melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini, massa menggeruduk kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, di Jalan Ahmad Yani, Karawang. Dalam aksinya itu, massa menolak rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang.

Koordinator Gemas Cilamaya, Asep Saefullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Istana. Dalam pertemuan tersebut diketahui Presiden Jokowi belum memastikan pembangunan pelabuhan tersebut.

"Kami secara tegas menyatakan bahwa ada pihak-pihak tertentu di pemerintahan yang memaksakan rencana tersebut," kata Asep, Jumat (13/3/2015).

Dia juga telah mengadukan permasalahan pembangunan pelabuhan tersebut kepada Presiden Jokowi. "Akan ada tim khusus yang diterjunkan ke Cilamaya untuk melakukan cek dan ricek tentang informasi tersebut dan akan menindak oknum yang bermain dalam proyek itu," sambungnya.

Menurutnya, reaksi publik khususnya kalangan nelayan dan petani sepanjang laut Pantura Karawang akan kehilangan mata pencaharian jika pelabuhan tersebut dibangun.

"Ditambah lagi dengan kajian Amdal yang masih belum beres. Sekali lagi kami tegaskan bahwa rencana ini mengandung risiko besar, karena di lokasi tempat akan dibangun pelabuhan, terdapat anjungan minyak dan gas ONWJ yang menjadi penyuplai 60 persen kebutuhan pembangkit listrik Muara Karang," ungkapnya.

 http://esdeliruzgar08.blogspot.com/2015/03/penerangan-dalam-gua-temuan-warga.html

Senin, 09 Maret 2015

Australia dituding ikut membantai di masa revolusi kemerdekaan

Merdeka.com - Keputusan Presiden Joko Widodo melanjutkan proses eksekusi terpidana mati sejumlah kasus membuat hubungan Australia-Indonesia semakin memanas. Lantaran beberapa pernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abott, dirasa menyudutkan Indonesia, sejumlah unsur masyarakat angkat bicara.

Salah satunya Ketua umum Komite Utang Kehormatan Belanda, Barta Hutagalung. Dia menuding Australia terlibat dalam pembantaian hampir satu juta rakyat Indonesia di Sulawesi Selatan pada periode 1945 sampai 1950. Menurut data dia dapat, Australia menerjunkan dua divisi tentaranya bergabung dengan Inggris dan Belanda melakukan agresi militer.

"Westerling di Sulawesi Selatan dibantu Inggris dan dua Divisi tentara Australia. Jangan lupa juga Puputan Margarana, masih ada saksi mata yang masih hidup," kata Barta kepada wartawan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Senin (9/3).

Barta menyebut nama komandan pasukan Australia saat itu, Leslie Morisete, membantu Komandan regu pasukan Belanda pimpinan Westerling melakukan pembantaian di Sulawesi Selatan. Menurut dia, genosida merupakan kejahatan luar biasa dan menurut Persatuan Bangsa-Bangsa tidak pernah ada masa kadaluarsanya.

"Kasus di Rawagede ada 431 orang yang dibantai kita menang di Pengadilan Internasional. Yang di Sulawesi itu lebih dari itu. Mereka dibantai tanpa ada pengadilan. Kami akan minta PBB untuk menyelidiki kasus itu, dan Australia punya adil membantu Inggris dan Belanda saat itu," ujar Barta.

Barta pun menyarankan kepada pemerintah Indonesia tidak cuma bertahan dengan isu-isu dilancarkan negara lain karena menentang pelaksanaan hukuman mati.

"Kita jangan bertahan saja, harus ingat menyerang adalah pertahanan terbaik. Saya akan uraikan secara rinci dan akan saya serahkan ke pemerintah, kita punya bukti ada laporan resmi pemerintah belanda," ucap Barta.

http://punkpunk-outspoken.blogspot.com/2015/03/negara-wajib-cari-wni-yang-hilang-di.html
http://arno-webcamgirls.blogspot.com/2015/03/universitas-indonesia-sibuk-berbenah.html
http://safiadboutique.blogspot.com/2015/03/pemerintah-harus-lindungi-industri.html
http://hikayatterencat.blogspot.com/2015/03/jaksa-agung-tegaskan-tak-ada-penundaan.html
http://nurhidayahnoordinaida.blogspot.com/2015/03/30-bus-transjakarta-merek-zhongtong.html
http://sarahgracedye.blogspot.com/2015/03/anak-cuek-lulung-didukung-istri-jalan.html
http://lexicorn.blogspot.com/2015/03/kawasaki-ninja-h2-tembus-357-kmjam.html
http://amieyra2406.blogspot.com/2015/03/dua-siswa-sd-curi-komputer-di-sekolah.html
http://truejdee.blogspot.com/2015/03/pm-abbott-sudah-muak-diceramahi-pbb.html
http://budakminatcokelat.blogspot.com/2015/03/waspada-penyadapan-tiadakan-urusan.html
http://cristian-jurnal.blogspot.com/2015/03/pemerintah-harus-lindungi-industri.html

Minggu, 22 Februari 2015

American Express Masuk 10 Besar Perusahaan Terbaik di Dunia

American Express Masuk 10 Besar Perusahaan Terbaik di Dunia -
JAKARTA - Perusahaan Consumer Credit Card and Related Services, American Express (AmEx) masuk dalam urutan 10 besar sebagai perusahaan terbaik di dunia. Perusahaan ini juga mulai bergerak pada sisi teknologi.

Menurut Worlds Most Admired Companies 2015 versi Fortune, Minggu (22/2/2015), AmEx menduduki posisi ke delapan setelah tahun lalu berada di posisi ke-11. AmEx telah melakukan beberapa inovasi dalam bidang teknologi. Hal ini berguna untuk memperoleh peningkatan keuntungan bersihnya.

AmEx melakukan kerjasama dengan pesaingnya dengan meluncurkan Apple Pay yang merupakan aplikasi untuk memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran melalui aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut merupakan hasil kerjasama Rewards Program Relationship dengan Airbnb.

Selain itu, AmEx juga melakukan kerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai acquirer untuk kartu American Express di Indonesia. Hal tersebut memberikan peluang bisnis di Indonesia dengan akses global yang dimiliki American Express melalui lebih dari 100 juta pengguna kartu American Express.

Pada tahun 2013, AmEx melaporkan kenaikan laba sebesar 9,3 persen untuk kuartal ketiga seiring meningkatnya belanja konsumen. Labanya senilai USD1,37 miliar dengan kinerja laba per saham USD1,25.

CEO AmEx, Kenneth I. Chenault juga telah merumahkan 5.400 pegawainya dan berencana untuk melakukan spin-off atas unit bisnis layanan perjalanan demi membatasi pertumbuhan pengeluaran perusahaan. Perusahaan juga terus memacu belanja konsumen yang menggunakan jaringan pembayarannya.
Hingga tahun 2014, AmEx tercatat meraih keuntungan bersih sebesar USD35,99 miliar.

Jumat, 20 Februari 2015

Petugas Sampah di Cengkareng Temukan Granat Nanas

Petugas Sampah di Cengkareng Temukan Granat Nanas -
JAKARTA - Sebuah granat nanas ditemukan seorang petugas sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) RT 04 RW 03, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, pada pukul 08.30 WIB.

Sutikno Bagong (40), petugas sampah tersebut, menuturkan bahwa penemuan berawal ketika dirinya sedang mencari sampah di TPS, dan tiba-tiba dirinya menemukan sebuah granat. Takut terjadi apa-apa, dia melaporkan penemuan itu ke anggota TNI.

"Pas saya lagi cari sampah, ada granat di dalam akuarium, diikat dengan tali. Saya melapor ke TNI di situ," ujar Sutikno kepada wartawan, Sabtu (21/2/2015).

Anggota TNI pun langsung mendatangi lokasi penemuan granat tersebut, lalu diteruskan ke Polsek Cengkareng. Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya kemudian datang ke sana.

Petugas yang tiba di lokasi mengamankan tempat penemuan dan membawa granat tak bertuan itu ke Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, untuk diledakkan.

Kamis, 19 Februari 2015

Ratusan Penumpang Tertahan di Ruang Tunggu, Ada yang Sampai Pingsan

Ratusan Penumpang Tertahan di Ruang Tunggu, Ada yang Sampai Pingsan - Jakarta - Ratusan calon penumpang Lion Air yang masih menunggu jadwal penerbangan sudah melakukan berbagai cara agar pihak maskapai tersebut memberikan klarifikasi mengenai <i>delay</i> yang tak kunjung usai. Selain kelaparan, ada penumpang yang pingsan karena kelelahan menunggu sejak pagi.

"Salah satu penumpang marah besar kepada petugas karena ada keluarganya yang pingsan karena tak ada minuman atau makanan. Sementara pihak Lion Air cuek," ujar Erni, salah satu calon penumpang Lion Air tujuan Solo kepada detikcom, Kamis (19/2/2015).

Para penumpang tujuan Solo yang tadi sempat disuruh turun ke landasan saat ini sudah dipindahkan ke pesawat lain. Sebelumnya sempat terjadi adu argumen antara penumpang dan petugas karena mereka disuruh kembali ke terminal.

"Tapi kami nggak mau. Akhirnya kami dipindahkan ke pesawat lain, dan kita sudah pindah pesawat. Saat ini kami sudah di dalam pesawat," jelasnya.

Calon penumpang Lion Air yang bahkan sudah menunggu sejak kemarin sudah melakukan segala cara agar pihak manajemen maskapai ini memberikan keterangan resmi mengenai keterlambatan ini. Ada yang menyerah dan memilih untuk pindah maskapai, namun tak sedikit yang cekcok dengan petugas <i>boarding</i>, bahkan pintu <i>boarding lounge</i> saat ini masih diblokir menggunakan meja oleh calon penumpang.