Jumat, 17 April 2015

Pelaku Penamparan Terhadap Saleh Mukadar Menyerahkan Diri

Nurdin Longgari, pelaku penamparan terhadap mantan Deputi Sekjen PSSI Saleh Ismail Mukadar, di studio SBO TV menyerahkan diri ke Polda Jatim.

Nurdin yang didampingi kuasa hukumnya tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Jalan A Yani sekitar pukul 17.00 wib, Jumat (17/4/2015).

Saat ditanya wartawan tentang kejadian tersebut, Nurdin yang merupakan kader Pemuda Pancasila (PP) mengaku atas inisiatif sendiri dan tidak ada yang menyuruhnya.

"Inisiatif saya sendiri, tidak ada yg menyuruh," kata Nurdin.

Ia mengakui, menampar Saleh Ismail Mukadar, karena emosinya tidak terkontrol. "Itu spontanitas karena saya emosi," ujarnya.

Nurdin menambahkan, tidak ingin kota Surabaya diprovokasi. "Karena saya ingin Surabaya kondusif," tandasnya.

Hingga saat ini, Nurdin yang didampingi pengacaranya masih menjalani pemeriksaan sebagai terlapor di ruang penyidik Subdit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang menyerbu studio di SBO TV, yang sedang tayang live talkshow mengenai dualisme Persebaya Surabaya 'Sepakbola Surabaya dalam Bahaya', Kamis kemarin malam.

Dia bersama rekan-rekannya membubarkan diskusi yang juga dihadiri mantan Ketua Umum Persebaya Arif Affandi, dan tokoh sepakbola lainnya.

Bahkan, Nurdin sempat menampar Saleh Mukadar dan mengancam akan menghabisi. Arif juga menerima ancaman tersebut.

Sabtu, 11 April 2015

Miliuner Jakarta Jajal Ferrari Model Terbaru

Sekitar 40 orang yang terdiri dari pemilik dan calon pembeli supercar Ferrari mengikuti penjelasan tentang fitur dan test drive tiga model Ferrari. Ketiganya adalah Ferrari California T, F12Berlinetta, dan Ferrari 458 Spider.

"Acara ini bisa dibilang sharing antara kami dengan para penggemar brand Ferrari tentang fitur dari ketiga unit mobil tersebut," papar President Director Prestige Motorcars, Rudy Salim, di Jakarta, Sabtu (11/4/2015).

Acara yang bertajuk 'Prestigeous Personal Test Drive' itu sekaligus memaparkan aspek keselamatan berkendara dengan tiga mobil yang diperkenalkan.

"Karena di setiap model Ferrari sarat dengan fitur baru," kata Rudy.

Menurutnya, dihadirkannya tiga model Ferrari itu karena ketiganya banyak diminati oleh konsumen kelas premium di Indonesia.

"California T dan 458 Spider itu banyak diminati, dan F12Berlinetta itu bisa dibilang model andalan Ferrari," ucap Rudy.

Kondisi pasar segmen premium di Indonesia, menurut Rudy, saat menghadapi sejumlah tantangan. Melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikkan tarif pajak penjualan barang mewah (PPnBM), dan kondisi politik yang tensinya naik adalah tantangan yang tak kecil.

"Tapi, potensi pasar juga sangat besar. Lihat saja GDP (Growth Domestic Product) kita yang meningkat. Dan jumlah orang yang pendapatannya meningkat juga banyak," paparnya.

Artinya, jika saat ini banyak tantangan, bukan berarti calon pembeli mengalami penurunan daya beli. Namun, mereka lebih bersifat menunggu hingga kondisi stabil, termasuk situasi politik. "Bahkan kalau diamati sejak Maret sudah ada geliat pembelian," imbuh Rudy.

Jumat, 10 April 2015

PDIP, Kepengurusan Inti dan Komitmen Pemberantasan Korupsi

Tanpa ada riak politik, PDI Perjuangan sukses menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum untuk 5 tahun mendatang. Setelah sah memegang tongkat komando PDIP, Mega secara cepat menyusun struktur kepengurusan inti.

Tak ada kejutan mencolok dari susunan pengurus DPP PDIP yang ditentukan Mega. Sebagian besar merupakan orang lama yang duduk di kepengurusan periode 2010-2015.

Prananda Prabowo, putra Mega ditunjuk sebagai Ketua DPP bidang Ekonomi Kreatif. Sedangkan dua orang lama yakni Maruarar Sirait dan Effendi Simbolon harus terdepak dari kursi kepengurusan.

Memang ada sorotan terkait sejumlah nama pilihan Mega di kepengurusan. Misalnya Rohmin Dahuri, Bambang Dwi Hartono, dan Idham Samawi. Rohmin yang ditunjuk menjadi Ketua DPP Bidang Kemaritiman merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang pernah dipidana karena kasus korupsi di kementeriannya.

Sedangkan Bambang DH yang duduk di ketua Bidang Pemenangan Pemilu, berstatus tersangka kasus gratifikasi. Selanjutnya Ketua bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idham Samawi menjadi tersangka kasus hibah anggaran KONI ke Persiba. Ada pula nama Olly Dondokambey yang beberapa kali masuk surat dakwaan terkait korupsi proyek Hambalang.

Menanggapi adanya sorotan terhadap sejumlah orang pengurus, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto punya penjelasan.

"Kita melihat ya misalnya dalam kasus Idham Samawi dalam kajian yang dilakukan oleh dewan pimpinan partai, ada latar belakang politik yang sangat kuat, latar belakang yang berkaitan dengan Pemilukada, latar belakang yang berkaitan dengan rivalitas penentuan DPD. Kami memiliki data-data yang cukup valid di situ," kata Hasto di sela Kongres IV di Sanur, Bali, Jumat (10/4/2015).

Minggu, 29 Maret 2015

Saina Raih Gelar Perdana di India Terbuka

India Terbuka 2015 adalah Saina Nehwal. Pebulu tangkis 25 tahun tersebut jadi pemain India pertama yang menjuarai turnamen ini sejak naik level menjadi superseries pada 2011.

Nehwal yang turun sebagai unggulan pertama meraih gelar setelah mengalahkan Ratchanok Intanon (Thailand) 21-16, 21-14, dalam 49 menit,  Minggu (29/3/2015).

Sehari sebelumnya, Nehwal sudah memastikan diri sebagai pebulu tangkis nomor satu dunia, menggeser Li Xuerui (Tiongkok).

Sukses Nehwal diikuti rekan senegaranya dari sektor tunggal putra. Kidambi Srikanth mempersembahkan gelar kedua bagi India setelah menundukkan unggulan keenam asal Denmark, Viktor Axelsen, 18-21, 21-13, 21-12, dalam 55 menit.

Selain India, Tiongkok juga meraih dua gelar di turnamen ini, dari nomor ganda campuran dan ganda putra.

Sementara satu gelar lainnya jatuh ke tangan ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang mengalahkan pasangan Tiongkok, Luo Ying/Luo Yu.

Berikut hasil final India Terbuka 2015.
Ganda Putri: Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (JPN/1) vs Luo Ying/Luo Yu (CHN/2) 21-19, 21-19
Ganda Campuran: Liu Cheng/Bao Yixin (CHN/2) vs Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DEN/1) 21-19, 21-19
Ganda Putra: ChaiBiao/Hong Wei (CHN/3) vs Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding (DEN/7) 21-18, 21-14
Tunggal Putri: Saina  Nehwal (IND/1) vs Ratchanok Intanon (THA/3) 21-16, 21-14
Tunggal Putra: K Srikanth (IND/2) vs Viktor Axelsen (DEN/6) 18-21, 21-13, 21-12


 http://berlombakontesseo.blogspot.com/2015/01/dragonpoker88.html

Senin, 16 Maret 2015

Majelis Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Raja Bonaran

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menolak eksepsi (nota keberatan) terdakwa Raja Bonaran Situmeang atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mejelis Hakim menilai surat dakwaan JPU KPK telah memenuhi syarat formil dan materiil yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
"Keberatan tidak dapat diterima. Surat dakwan Penuntut Umum sah karena telah memenuhi ketentuan formal dan materiil," ujar Ketua Majelis Hakim Muchammad Muchlis saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).
Majelis hakim lantas langsung memerintahkan JPU KPK untuk melanjutkan proses persidangan dengan agenda pembuktian. "Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan persidangan perkara. Selanjutnya adalah pemeriksaan saksi," tutur Hakim Muchlis.
Merespons permintaan hakim, Tim Jaksa menyanggupinya untuk melanjutkan sidang perkara suap terkait sengketa Pilkada Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi (MK) ini, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Sidang selanjutnya akan digelar dua kali dalam seminggu.
"Kita jadwalkan seminggu dua kali, Senin dan Kamis, jamnya siang ya," tandas Hakim Muchlis, yang langsung disanggupi JPU KPK dan Tim Kuasa Hukum Bonaran.
Bonaran sebelumnya didakwa telah memberikan uang sebesar Rp1,8 miliar kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar melalui Subur Effendi dan Hetbin Pasaribu terkait sengketa pilkada Tapanuli Tengah di MK.
Raja Bonaran diancam pidana sesuai Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi.

Jumat, 13 Maret 2015

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Harus Dipertimbangkan Matang

JAKARTA - Gerakan Masyarakat Tolak Pelabuhan (Gemas) Cilamaya kembali melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini, massa menggeruduk kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, di Jalan Ahmad Yani, Karawang. Dalam aksinya itu, massa menolak rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang.

Koordinator Gemas Cilamaya, Asep Saefullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Istana. Dalam pertemuan tersebut diketahui Presiden Jokowi belum memastikan pembangunan pelabuhan tersebut.

"Kami secara tegas menyatakan bahwa ada pihak-pihak tertentu di pemerintahan yang memaksakan rencana tersebut," kata Asep, Jumat (13/3/2015).

Dia juga telah mengadukan permasalahan pembangunan pelabuhan tersebut kepada Presiden Jokowi. "Akan ada tim khusus yang diterjunkan ke Cilamaya untuk melakukan cek dan ricek tentang informasi tersebut dan akan menindak oknum yang bermain dalam proyek itu," sambungnya.

Menurutnya, reaksi publik khususnya kalangan nelayan dan petani sepanjang laut Pantura Karawang akan kehilangan mata pencaharian jika pelabuhan tersebut dibangun.

"Ditambah lagi dengan kajian Amdal yang masih belum beres. Sekali lagi kami tegaskan bahwa rencana ini mengandung risiko besar, karena di lokasi tempat akan dibangun pelabuhan, terdapat anjungan minyak dan gas ONWJ yang menjadi penyuplai 60 persen kebutuhan pembangkit listrik Muara Karang," ungkapnya.

 http://esdeliruzgar08.blogspot.com/2015/03/penerangan-dalam-gua-temuan-warga.html

Senin, 09 Maret 2015

Australia dituding ikut membantai di masa revolusi kemerdekaan

Merdeka.com - Keputusan Presiden Joko Widodo melanjutkan proses eksekusi terpidana mati sejumlah kasus membuat hubungan Australia-Indonesia semakin memanas. Lantaran beberapa pernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abott, dirasa menyudutkan Indonesia, sejumlah unsur masyarakat angkat bicara.

Salah satunya Ketua umum Komite Utang Kehormatan Belanda, Barta Hutagalung. Dia menuding Australia terlibat dalam pembantaian hampir satu juta rakyat Indonesia di Sulawesi Selatan pada periode 1945 sampai 1950. Menurut data dia dapat, Australia menerjunkan dua divisi tentaranya bergabung dengan Inggris dan Belanda melakukan agresi militer.

"Westerling di Sulawesi Selatan dibantu Inggris dan dua Divisi tentara Australia. Jangan lupa juga Puputan Margarana, masih ada saksi mata yang masih hidup," kata Barta kepada wartawan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Senin (9/3).

Barta menyebut nama komandan pasukan Australia saat itu, Leslie Morisete, membantu Komandan regu pasukan Belanda pimpinan Westerling melakukan pembantaian di Sulawesi Selatan. Menurut dia, genosida merupakan kejahatan luar biasa dan menurut Persatuan Bangsa-Bangsa tidak pernah ada masa kadaluarsanya.

"Kasus di Rawagede ada 431 orang yang dibantai kita menang di Pengadilan Internasional. Yang di Sulawesi itu lebih dari itu. Mereka dibantai tanpa ada pengadilan. Kami akan minta PBB untuk menyelidiki kasus itu, dan Australia punya adil membantu Inggris dan Belanda saat itu," ujar Barta.

Barta pun menyarankan kepada pemerintah Indonesia tidak cuma bertahan dengan isu-isu dilancarkan negara lain karena menentang pelaksanaan hukuman mati.

"Kita jangan bertahan saja, harus ingat menyerang adalah pertahanan terbaik. Saya akan uraikan secara rinci dan akan saya serahkan ke pemerintah, kita punya bukti ada laporan resmi pemerintah belanda," ucap Barta.

http://punkpunk-outspoken.blogspot.com/2015/03/negara-wajib-cari-wni-yang-hilang-di.html
http://arno-webcamgirls.blogspot.com/2015/03/universitas-indonesia-sibuk-berbenah.html
http://safiadboutique.blogspot.com/2015/03/pemerintah-harus-lindungi-industri.html
http://hikayatterencat.blogspot.com/2015/03/jaksa-agung-tegaskan-tak-ada-penundaan.html
http://nurhidayahnoordinaida.blogspot.com/2015/03/30-bus-transjakarta-merek-zhongtong.html
http://sarahgracedye.blogspot.com/2015/03/anak-cuek-lulung-didukung-istri-jalan.html
http://lexicorn.blogspot.com/2015/03/kawasaki-ninja-h2-tembus-357-kmjam.html
http://amieyra2406.blogspot.com/2015/03/dua-siswa-sd-curi-komputer-di-sekolah.html
http://truejdee.blogspot.com/2015/03/pm-abbott-sudah-muak-diceramahi-pbb.html
http://budakminatcokelat.blogspot.com/2015/03/waspada-penyadapan-tiadakan-urusan.html
http://cristian-jurnal.blogspot.com/2015/03/pemerintah-harus-lindungi-industri.html